Hepatitis: Mengenali Gejala Awal & Pencegahannya

 

Hepatitis adalah peradangan pada organ hati yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi virus, konsumsi alkohol berlebih, https://www.novagastroliver.com/  hingga obat-obatan tertentu. Di Indonesia, hepatitis viral seperti Hepatitis A, B, dan C menjadi penyebab utama. Mengenali gejala awal sangat penting agar penanganan bisa dilakukan secepatnya, sehingga mencegah komplikasi serius seperti sirosis atau kanker hati.


 

Mengenali Gejala Awal Hepatitis

 

Gejala hepatitis seringkali mirip dengan penyakit flu biasa, sehingga banyak orang yang tidak menyadarinya. Berikut adalah beberapa gejala awal yang umum muncul:

  • Kelelahan berlebihan: Merasa sangat lelah dan lesu meskipun sudah cukup istirahat.
  • Nyeri otot dan sendi: Adanya rasa sakit di sekujur tubuh yang mirip dengan gejala flu.
  • Demam ringan: Peningkatan suhu tubuh yang tidak terlalu tinggi.
  • Mual dan muntah: Sering merasa mual dan bisa berlanjut hingga muntah.
  • Hilang nafsu makan: Tidak ada keinginan untuk makan.

Seiring berjalannya waktu, gejala bisa berkembang menjadi lebih spesifik, seperti:

  • Penyakit kuning (jaundice): Kulit dan bagian putih mata (sklera) menguning. Ini terjadi karena penumpukan bilirubin, zat sisa yang seharusnya diolah oleh hati.
  • Urine berwarna gelap: Warna urine menjadi seperti teh atau cola.
  • Feses berwarna pucat: Feses menjadi lebih terang atau berwarna seperti tanah liat.
  • Nyeri di perut kanan atas: Lokasi hati berada di bagian perut kanan atas, sehingga peradangan bisa menimbulkan rasa tidak nyaman atau nyeri di area tersebut.

Jika mengalami gejala-gejala tersebut, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.


 

Pencegahan Hepatitis

 

Mencegah hepatitis jauh lebih baik daripada mengobati. Beberapa langkah sederhana dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terinfeksi, terutama hepatitis viral:

 

Vaksinasi

 

Vaksinasi adalah cara paling efektif untuk mencegah Hepatitis A dan B. Vaksin Hepatitis A direkomendasikan untuk anak-anak, pelancong, dan orang yang berisiko tinggi. Sementara itu, vaksin Hepatitis B merupakan bagian dari imunisasi dasar yang diberikan sejak bayi.

 

Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan

 

Hepatitis A menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi feses penderita. Oleh karena itu, selalu cuci tangan dengan sabun setelah dari toilet dan sebelum makan. Pastikan juga makanan yang dikonsumsi dimasak dengan matang.

 

Praktik Seks yang Aman

 

Hepatitis B dan C dapat menular melalui cairan tubuh, termasuk hubungan seksual. Menggunakan kondom saat berhubungan seksual dapat mengurangi risiko penularan.

 

Hindari Berbagi Barang Pribadi

 

Jangan berbagi sikat gigi, pisau cukur, atau alat manikur/pedikur karena barang-barang ini bisa terkontaminasi darah. Pastikan juga jarum suntik yang digunakan steril, baik untuk keperluan medis maupun non-medis seperti tato atau tindik.


Dengan memahami gejala dan menerapkan langkah pencegahan, kita bisa melindungi diri dan orang terdekat dari penyakit hepatitis.